Halaman

Kamis, 09 Januari 2014

Urban Farming Tingkat RW di Kota Bandung


Sebanyak 151 RW di Kota Bandung akan dijadikan percontohan kegiatan pertanian perkotaan atau urban farming pada 2014 ini. Urban farming memanfaatkan pekarangan dan lahan kosong yang ada di rumah warga untuk ditanami sayuran atau tanaman hias.

“Dengan memanfaatkan lahan ini, warga di RW tersebut bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dari sayuran yang mereka tanam sendiri,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kota Bandung Elly Wasliah, di Balai Kota Bandung, Jl. Wastukancana, Senin (6/1).

Pada tahun 2014, Pemkot Bandung akan meningkatkan kegiatan pertanian perkotaan atau urban farming di tiap kelurahan ada satu RW percontohan. Dengan begitu akan ada 151 RW yang dijadikan percontohan urban farming.

"Komoditas yang dikembangkan untuk urban farming ini antara lain cabe merah, cabe rawit, dan tomat, yaitu jenis sayuran yang memang harganya seringkali bergejolak," ujar Elly kepada wartawan.

Urban farming, akan memanfaatkan lahan pekarangan, dak-dak, dan lahan kosong di RW percontohan untuk ditanami agar tak ada lahan yang kosong. Jenis tanamannya sayuran dan tanaman hias. Hal ini untuk memenuhi pangan keluarga. "Pemenuhan keluarga seperti cabe, tomat, dan sawi, bisa dipasok dari lahannya sendiri," kata Elly.

Dispertan, akan memberikan bantuan benih, dan sarananya seperti pupuk dan rak-rak vertikultur. Sebelum pelaksanaan, akan dilakukan sosialisasi pada semua RW agar mereka mengerti manfaat urban farming. "Nilai anggaran semuanya, dengan sosialisasi untuk satu RW sebesar Rp50 juta," ungkap Elly.

Untuk RW percontohan, ditentukan pihak kelurahan. Tiap RW rata-rata ditempati 500 rumah warga, dan mereka harus terlibat dalam program urban farming ini. "Kami akan buat surat ke kelurahan agar pihak kelurahan mengajukan satu RW yang bisa dijadikan percontohan," kata Elly.

Saat ini, kegiatan urban farming sudah dilakukan di RW 02 Kel. Arjuna, Kec. Cicendo. RW 02 ini dijadikan lokasi percontohan pada 2013. Sekarang mereka sudah panen, sayuran yang ditanam di sana sawi hijau, kangkung, pakcoy, cabe rawit. Hasil panennya minimal untuk kebutuhan pangan warga.

Diakui Elly, urban farming ini merupakan program unggulan Dispertan pada 2014. Selain bisa memenuhi kebutuhan pangan warga, keberadaan urban farming juga bisa menambah ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandung.

"Kita libatkan RW untuk memotivasi warga supaya bantuan dari pemkot ini bisa bermanfaat dan menghasilkan," kata Elly.

Sebelumnya, Pemkot Bandung meluncurkan program sejuta sumur biopori yang ditargetkan akan terwujud awal Desember mendatang. Sumur biopori berfungsi untuk membersihkan gorong-gorong dan menurunkan volume air yang akan turun ke jalan. Namun, sayangnya hingga awal 2014 ini target sejuta biopori tersebut tidak terwujud.

"Ini upaya kita untuk mewujudkan kebersihan di Kota Bandung. Selain itu, sumur biopori ini juga bisa meningkatkan kualitas air tanah," kata Walikota Bansung Ridwan Kamil kepada wartawan, Senin (4/11).

Untuk memenuhi target tersebut, pemkot akan bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kebetulan TNI memiliki program yang bernama "Gerakan TNI masuk Kampung".

"Kita akan bekerja sama dengan TNI untuk membuat sejuta sumur biopori. Nantinya anggota TNI akan membantu warga dalam membuat sumur biopori. Selain itu, juga akan dibantu relawan biopori yang akan diberi rompi hijau yang juga untuk relawan lingkungan," ujarnya.

Ridwan Kamil menargetkan setiap RT bisa membuat 100-120 sumur biopori. Dengan jumlah RT sekitar 9.600, maka jumlah 100-120 per RT bisa memenuhi target sejuta sumur biopori.

"Jika dihitung kembali, maka setiap rumah akan dibuatkan tiga sumur biopori. Jadi, sejuta sumur biopori bisa diwujudkan pada awal Desember mendatang," terangnya.

Untuk itu, pihaknya meminta partisipasi dari aparat kewilayahan dan masyarakat Kota Bandung. Karena tanpa bantuan masyarakat, progam ini akan sulit terwujud. Program ini tidak akan lepas dari partisipasi aparat kewilayahan dan warga Kota Bandung secara keseluruhan.

Sumber: http://infopublik.kominfo.go.id/read/64595/dispertan-kota-bandung-kembangkan-urban-farming-ke-tingkat-rw.html

Tidak ada komentar: