Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Pian Sopian
menungkapkan ada beberapa kawasan di Kota Bandung yang pasokan air bersihnya
terbatas karena berbagai hal. Hingga saat ini PDAM, masih menggunakan 3 sumber
air baku yakni dari air permukaan (sungai), mata air, dan air tanah.
"Nah dulu, di kawasan Padasuka dilayani oleh air tanah
yang pada tahun 80an potensi airnya sangat besar. Bahkan bisa mencapai 400
liter/detik. Namun, tahun 90an turun sampai 50 %," jelasnya kepada PRFM,
Kamis (10/4) malam.
Terkait jadwal pasokan air bersih, ia menjelaskan ada daerah
yang dialiri selama 24 jam. Namun ia tidak membantah untuk kawasan Padasuka
hanya dialiri air bersih hanya 2 jam/hari.
"Pola pengaliran kita, aliran air yang 24 jam ada di wilayah
Bandung Utara. Sementara di Padasuka hanya 2 jam/harinya," ucapnya.
Sementara itu mengenai cara penghentian sementara pelanggan
PDAM, ia juga menambahkan, untuk hal itu biasanya terjadi karena ada gangguan
pasokan air. Namun, bila pelanggan ingin memasang aliran air bersih lagi maka
tidak ada biaya yang diminta oleh pihak-nya.
"Oh tidak, kalau misalnya ada berbagai hal atau alasan
ada penghentian sendiri. Kami yang akan melakukanya karena tidak mengalir,
pelanggan bisa meminta pengunduran diri sementara dengan catatan, nanti bila
sudah ada air maka bisa disambungkan kembali tanpa biaya dan akan kami
sambungkan lagi,"tutupnya.
Sumber: http://www.prfmnews.com/?cmd=info&tmplt=2&vr=4675&pos=artikel&scat=4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar